Immanuel Kant tentang Hak Milik

Ini adalah artikel singkat yang ditulis oleh Otried Hoffe untuk serial “Tokoh-Tokoh yang Membuat Dunia Lebih Baik” (Die Weltverbesserer). Hoffe adalah ahli Kant dengan reputasi internasional. Ia menerima sejumlah gelar doktor kehormatan dari sejumlah universitas terkemuka di berbagai negara. Ia telah emeritus dan sekarang memimpin pusat penelitian filsafat politik di Universitas Tubingen, Jerman. Artikel ini diterjemahkan dari surat kabar Frankfurter Allgemeine Zeitung, 7 Maret 2015 (http://www.faz.net/aktuell/wirtschaft/immanuel-kant-die-trennung-von-mein-und-dein-13456237.html) (Fitzerald Kennedy Sitorus)

Kant meletakkan dasar-dasar sebuah filsafat hak milik. Menurutnya, hak milik berguna untuk perkembangan manusia-dan untuk perdamaian. Manusia kosmopolitan dari Konigsberg, Immanuel Kant, adalah filsuf yang sangat menonjol hampir dalam semua pemikiran manusia. Sahabat-sahabat Kant memang tidak akan menganggap Kant sebagai seorang teoretisi ekonomi. Namun sebenarnya, Kant, dengan lima prinsip menghasilkan sebuah sumbangan (dalam bidang ekonomi) yang tetap aktual hingga hari ini.

Kant memberi justifikasi terhadap “milikku dan milikmu yang bersifat eksternal”, yakni lembaga hak milik pribadi. Kant memang memberi prioritas atas “milikku dan milikmu yang bersifat internal”, yakni hak yang dibawa lahir dan tidak terlepaskan dari keberadaan manusia. Kemudian dia menentang klaim-klaim dominasi oleh ekonomi dan menempatkan ekonomi dalam kerangka hukum.

Dalam hukum itu sendiri Kant memberikan sebuah ruang bebas (Freiraum) yang sangat besar bagi ekonomi. Terakhir Kant memberi justifikasi bagi keberadaan ruang bebas itu tidak berdasarkan kepentingan-kepentingan ekonomis atas peningkatan kesejahteraan, melainkan berdasarkan kepentingan-kepentingan non-ekonomis yang bersifat ganda, yakni pengembangan daya-daya manusia dan kepentingan perdamaian global.

Kant: Filsuf Kebebasan yang Sangat Menonjol

Sebagaimana para terpelajar dari era Pencerahan Jerman, Kant berasal dari keluarga sederhana. Kesehatannya buruk sejak lahir. Ia kecil dan agak cacat. Namun demikian, berkat cara hidup yang disiplin dan hati-hati ia tidak hanya menjadi “sarjana yang apik” dan guru yang berhasil. Ia terutama menghasilkan sebuah bidang penelitian yang luar biasa. Hampir semua bidang filsafat berterimakasih kepadanya atas tulisan-tulisannya yang bersifat pelopor dan sampai sekarang masih berpengaruh. Filsuf Arthur Schopenhauer menyebut karya Kant yang paling penting, Kritik atas Akal Budi Murni, sebagai “buku yang paling penting yang pernah ditulis di Eropa”.

Kant memberikan kepada zamannya, yakni pencerahan Eropa, sebuah konsep yang sangat pasti provokatif. Apa yang terjadi dalam Pencerahan adalah “keluarnya manusia dari ketidakdewasaan yang disebabkan oleh manusia itu sendiri”. Sesuai dengan motto “beranilah menggunakan pikiranmu sendiri” pada akhirnya yang terjadi bukanlah pertambahan pengetahuan, melainkan pelampauan (Uberwindung) rasa nyaman dan kepengecutan demi keberanian berpikir sendiri dan tanggung jawab atas diri sendiri. Dan dengan demikian Kant menghasilkan filsafat kebebasan yang sangat fundamental.

Sesuai dengan konsep rasional mengenai hukum setiap orang berhak “berdasarkan kemanusiaannya” atas kebebasan yang dapat eksis bersama-sama dengan kebebasan orang lain berdasarkan sebuah hukum umum”. Agar hak asasi manusia ini tidak bersifat sementara, maka berdasarkan alasan-alasan rasional manusia membutuhkan hukum publik, yakni negara hukum.

Kant Menghubungkan Ekonomi dan Filsafat

Dari situ kemudian Kant merancang konsep-konsep ekonomi. Dilihat secara sistematis Kant memulai hal ini dengan legitimasi hak milik pribadi. Hal ini kemudian diikuti oleh “semangat perdagangan” sebagai daya penggerak ekonomi. Di sini Kant tidak melakukan sebuah ekonomisasi yang ingin meletakkan ekonomi lebih tinggi dari kekuasaan negara, juga bukan sebuah anti-ekonomisasi yang tidak melakukan apapun selain memberi peringatan pada ekonomi.

Kant melihat bahaya bahwa negara-negara dan para pemimpin negara dapat mengarahkan “semua kekuatannya terhadap tujuan-tujuan perluasan (kekuasaan) yang angkuh dan menindas”. Untuk mencegah hal ini, Kant menganjurkan dua hal. Pertama adalah pemberlakuan konstitusi negara republik (dalam bentuk demokrasi perwakilan). Ini penting karena konstitusi juga membutuhkan persetujuan negara dalam pelaksanaan perang, tapi warga negara hampir tidak akan memberikan persetujuan itu karena perang akan membebani mereka dengan penderitaan.

Di sisi lain adalah semangat perdagangan “yang cepat atau lambat akan dianut setiap bangsa. Karena semangat perdagangan tidak kompatibel dengan perang (tentu perdagangan senjata harus dikecualikan di sini) maka semangat perdagangan akan mendorong negara-negara untuk mencapai apa yang dibutuhkan oleh konsep hukum rasional untuk masalah luar negeri, yakni, “perdamaian agung”. Dalam hal ini berlakulah daya dorong yang terkenal dari ekonomi, yakni kepentingan diri yang tercerahkan.

Bagi Kant, semangat perdagangan hanyalah satu dari banyak bentuk di mana hakikat sosial manusia, yakni sosialitas yang asosial, memperlihatkan dirinya. Manusia itu sosial karena ia menginginkan kehidupan yang nyaman menyenangkan dalam harmoni. Tapi ia juga asosial karena ingin dibedakan dari sesamanya bahkan, jika dibutuhkan, ia menentang sesamanya. Di sini muncullah kecenderungan-kecenderungan yang tandanya tampak berupa ambisi, nafsu berkuasa, dan ketamakan yang kedengarannya semata-mata rendah.

Tapi sebenarnya tanda-tanda tersebut menghasilkan kekuatan untuk perkembangan kebudayaan dan seni. Jadi ada dua motif non-ekonomis yang berperan bagi semangat perdagangan yang bebas dalam kerangka hukum, yakni dorongan untuk perkembangan ilmu pengetahuan teknik dan kultur, dan usaha untuk memajukan perdamaian.

Pemisahan antara Politik dan Filsafat

Kant juga menonjol dalam tema perdamaian. Di antara pemikir-pemikir besar Barat, ia adalah satu-satunya, di samping filsuf-teolog Agustinus, di mana perdamaian lebih dari sekedar sebuah makna sampingan saja dalam filsafatnya. Dalam tulisan yang relevan dengan masalah ini, “Menuju Perdamaian Abadi” (1795) ia memperkenalkan sebuah hak-hak warga dunia yang baru.

Bertentangan dengan filantropi yang diluar kategori hukum, hak-hak warga dunia baru ini tidak terdiri dalam usaha-usaha sukarela, melainkan dalam sebuah hak kerja sama yang menentukan kesejahteraan, hak untuk berkunjung, namun bukan hak untuk menjadi tamu. Misalnya, pedagang boleh menawarkan barangnya, peneliti boleh menawarkan pengetahuannya, bahkan misionaris boleh menawarkan agamanya. Sebaliknya pihak lain dapat menolak tawaran itu. Dalam hal ini, Kant melontarkan kritik tajam terhadap politik kolonial pada zamannya karena “penduduk jajahan sama sekali tidak diperuntungkan”.

Kant tahu mengukur profesinya; dengan tegas ia menolak “rasa puas diri yang besar”, yang biasanya dimiliki politisi untuk meremehkan filsuf. Ia juga menolak kebanggaan diri yang bersifat platonis. Bahwa filsuf menjadi raja, itu bukanlah hal yang diharapkan atau diinginkan “karena kepemilikan kekuasaan secara tidak terhindarkan akan meracuni putusan bebas akal budi”. Kekuasaan itu sangat rentan terhadap korupsi. Tapi memang “bangsa-bangsa (yang mengatur dirinya sendiri berdasarkan hukum kesamaan) yang baik” membutuhkan nasihat dari filsuf dalam hal prinsip-prinsip hukum, negara dan moralitas perdamaian, dan tentu saja dalam hal prinsip-prinsip ekonomi-politik.

Di sini Kant mendukung pemisahan kekuasaan. Prinsip-prinsip diuraikan di atas landasan filosofis karena ia dihasilkan melalui akal budi manusia yang bersifat universal. Tapi untuk mengkongkritkan hal tersebut di tengah-tengah setiap relasi kehidupan dan untuk pelaksanaannya itu adalah tanggung jawab para politisi dan para warga negara yang mereka wakili.

Ilustrasi: mutualart

About Fitzerald Kennedy Sitorus

Alumni Sekolah Tinggi Filsafat (STF) Driyarkara Jakarta

View all posts by Fitzerald Kennedy Sitorus →

3 Comments on “Immanuel Kant tentang Hak Milik”

  1. Мобильное приложение дополненной реальности w2w.group

    Относительно vr разработка на заказ мы Вам обязательно окажем помощь. Вот уже свыше 6ти лет мы трудимся в представленной сфере, имеем множество положительных комментариев и счастливых покупателей, также успели реализовать более сотни отличных проектов и всё благодаря новых современных технологий. Ознакомиться с портфолио возможно также на вышеуказанном веб портале.

  2. Доброго всем дня!
    Купите диплом ВУЗа по выгодной цене с гарантией качества и доставкой в любой город России без предоплаты – просто и надежно!
    http://russa24-attestats.com/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *