Dua Guru dari Blora

Blora, Jawa Tengah, salah satu daerah basis kaum abangan di seberang utara benteng Van den Bosch, Ngawi, itu memiliki kesan tersendiri bagi saya. Bukan semata karena saya bersekolah di SMK Muhammadiyah 1 Ngawi. Bukan pula karena secara historis Blora banyak melahirkan para revolusioner pemberani seperti Samin Surosentiko, Tirtho Adhi Suryo, Mas Marco Kartodikromo, Pramoedya Ananta Toer, Mbah Suro Nginggil, dan ada juga nama-nama para pemberontak pemberani yang sayangnya picik sektarian dalam visi perjuangannya seperti Kartosuwiryo penggagas DI/TII dan pendahulunya Arya Penangsang yang ingin memaksakan pola Islam Puritan di tanah Jawa di masa akhir kerajaan Demak Bintoro.

Dengan bekal kegemaran membaca sejarah, menekuni beberapa nama tokoh yang saya sebutkan itu, dan beberapa kali blusukan ke jalan-jalan hutan untuk bermain ke tempat teman saya, tentu saja saya sudah merasa memiliki persentuhan batin dengan daerah yang masih sangat luas rimba hutan jatinya itu.

Tetapi sebenarnya “perasaan” persentuhan batin saya yang lebih “mendalam” dengan Blora bukan karena hal-hal itu, melainkan karena di sanalah titik tempat lahir dua guru yang sangat berpengaruh dalam worldview intelektual dan spiritual saya.

Tanpa bersentuhan dengan dua guru itu mungkin saya tidak akan menjadi saya versi yang sekarang. Mungkin saya akan menjadi versi pribadi yang sangat lain. Dua guru dari tanah Blora yang sangat berpengaruh dalam hidup saya itu adalah sastrawan besar Indonesia Pramoedya Ananta Toer yang mulai saya akrabi tulisan-tulisannya di semester-semester akhir waktu kuliah dan satunya lagi adalah sesepuh sekaligus ketua STI (Sangha Theravada Indonesia) Bhante Sri Pannavaro Mahathera yang mulai saya akrabi wejangan-wejangan ceramah dhammanya di akhir kelas 3 SMK.

Jika Pramoedya sangat berjasa dalam mengukir corak dunia intelektual saya, maka Bhante Pannavaro sangat berjasa dalam melukis kanvas dunia batin saya. Tanpa “persentuhan sintetis” dari beliau berdua mungkin saya tidak akan menjadi pribadi yang utuh, bisa saja terjebak menjadi manusia yang berapi-api secara intelektual tetapi tidak mengenal semilir angin sejuk dari dunia rohani, atau bisa saja saya menjadi pribadi yang hanya berumah di atas angin spiritualitas tetapi lumpuh dan tidak bisa menjejak ke dalam bumi realitas.

Dari Pram, pandangan saya tentang intelektualitas (keterpelajaran), kemanusiaan, kebangsaan, politik, perempuan, dan penilaian tentang keningratan itu terukir. Soal keterpelajaran akhirnya saya mengerti bahwa surplus keterpelajaran atau intelektualitas itu harus mengejawantah, berguna, dan berpihak pada masyarakat, terlebih-lebih masyarakat kelas bawah yang tertindas secara sistemik.

Tidak bisa modal intelektual itu hanya menjadi sekadar “klangenan pribadi” sebagaimana para liberalis atau neo-priyayi yang menggunakan intelektualitas semata dalam diskusi-diskusi yang eksklusif elitis di menara gading dan tidak memiliki jejak-jejak kebermanfaatan yang nyata pada masyarakat secara luas. Sebenarnya pandangan Pram soal keterpelajaran itu sama persis dengan pandangan Antonio Gramsci seorang Neo-Marxis Itali soal Intelektual Organik, sebuah kiblat intelektual yang inklusif dan bersekutu pada rakyat kelas bawah.

Selanjutnya nilai-nilai tentang kemanusiaan dan kebangsaan dari Pram itu bagi saya juga sangat universal dan indah sekali, dalam setiap karya-karyanya tidak pernah Pram mengajarkan nasionalisme kebangsaan dengan semangat rasialisme rasisme.tentu saja dengan demikian ajaran Pram itu menjadi antitesis dari nasionalisme fasistik bentukan rezim Soeharto yang sangat dangkal, mengagungkan simbol, picik, anti kritik, rasis pada etnis tertentu, dan bahkan melacurkan diri pada kapitalis neo-imperialis Amerika.

Soal politik, dari Pram juga saya akhirnya tersadar bahwa sebagai anak bangsa kita tidak bisa untuk menutup mata dari persoalan politik, maka memilih apolitis atau golput dalam percaturan politik adalah sebuah kebodohan yang nyata dan wujud ketidakpedulian pada maju mundurnya bangsa ini. Oleh karena itu, jika ada orang yang mengaku begitu mencintai bangsa ini tetapi memilih golput, bagi saya orang seperti itu jelas tidak selaras antara ucapan dan perbuatannya.

Dulu di zaman kolonialisme Hindia Belanda saja meski gerakan seperti Saminisme di Blora itu dipandang apolitis, sebenarnya juga tidak demikian. Gerakan Samin jelas secara konkret juga berpolitik melawan kolonialisme dengan lugu membisu tidak mau membayar pajak. Perlawanan politik tanpa bedil dan granat dari gerakan Samin itu sama persis dengan gerakan politik Satyagraha dan Ahimsa yang diinisiasi oleh Mahatma Ghandi yang juga berwujud tanpa kekerasan dalam melawan kolonialisme Inggris di tanah India.

Sekarang pandangan Pram tentang perempuan. Dalam setiap karyanya Pram selalu memberi tempat yang sebaik-baiknya dan sehormat-hormatnya pada kaum perempuan. Tentu saja poligami dan KDRT pada perempuan adalah najis di mata Pram.

Tokoh perempuan dalam novel-novelnya semisal seperti Nyai Ontosoroh (dalam Tetralogi Pulau Buru), Gadis Pantai, dan Kartini selalu diposisikan berdaya, mampu berpikir mandiri, mampu mengambil sikap sendiri, dan juga berani melawan setiap panah kezaliman yang dialamatkan pada dirinya. Itulah luar biasanya Pram, berhasil mengajarkan nilai-nilai kesetaraan gender tanpa wacana teori feminisme yang bertele-tele.

Bagaimana Pramoedya memandang perempuan dengan sebaik-sebaiknya dan sehormat-sehormatnya, begitupun saya, berusaha dengan kukuh mewarisi nilai-nilai yang “bermartabat” seperti itu. Tidak ketinggalan pacar saya pun juga saya kenalkan dengan pemikiran-pemikiran Pram, karena tentu saja saya kelak ingin membangun keluarga dengan basis worldview “Pramis” yang sangat progresif dan revolusioner.

Terakhir soal pandangan Pram tentang keningratan. Siapa saja yang pernah membaca karya Pram mesti mengerti bagaimana kukuhnya sikap anti feodalisme Pram sekalipun terhadap kultur kebudayaannya sendiri, Jawa. Bagaimana Pram itu berusaha secara total mendepak omong kosong soal klaim “Trahing Kusuma Rembesing Madu”, bagi Pram worldview “meritrokasi” yang menghargai orang dari kecakapan, kapasitas, keilmuan, jasa, dan kinerja itu yang utama, bukan worldview tengik feodalisme yang menghargai dan memberikan kedudukan pada seseorang hanya berdasarkan darah keturunan.

Oleh karena itulah sangat bisa dipahami jika Pram begitu mengapresiasi Ken Arok dan Gajah Mada yang hanya anak desa dan anak petani tetapi berkat kecerdasan dan kecakapannya mampu menjadi pemimpin penting di sebuah kerajaan besar yang begitu berwibawa. Sungguh sistem meritrokasi sudah terselanggara dengan baik di tanah Jawa pada zamannya Ken Arok dan Gajah Mada, sebelum kemudian budaya meritrokasi itu menjadi putus dan mustahil lagi di tanah Jawa sejak berkuasanya Panembahan Senopati pendiri kerajaan Mataram Islam yang sudah feodal tengik sejak dalam pemikiran.

Dari situ juga bisa dipahami jika Pram pun kemudian lebih bersimpati pada sosok rebel Ki Ageng Manggir Wanabaya yang tidak sudi mengakui kekuasaan Mataram Islam dan yang lantas dibunuh dengan licik oleh Panembahan Senopati demi ambisi kekuasaan pribadi dan anak cucunya.

Demikianlah Pram yang menampik klaim kehormatan kalangan ningrat yang mengaku “terberi” dari langit, begitupun saya dengan kukuh juga mewarisi nilai-nilai anti feodalisme semacam itu. Maka ketika suatu hari ada seseorang yang berusaha sok kenal dan sok akrab dengan saya, dan dengan pedenya tanpa saya minta kok tiba-tiba mengirimi via WA foto makam leluhurnya dan mengatakan dengan bahasa yang secara eksplisit “pamer leluhur”: ini lho mas makam buyut saya (yang hanya tokoh dari golongan ningrat, dan bukan tokoh yang berjasa bagi bangsa atau kemanusiaan). Tentu saja dengan demikian, alih-alih saya jadi semakin respek pada orang yang baru saya kenal itu, justru saya menjadi sangat sangat ilfil dengan kenorakan feodalismenya yang sudah ketinggalan jaman itu.

Nah, seperti itulah jejak-jejak keterpengaruhan saya dari seorang Pramoedya Ananta Toer, sekarang saya ingin bercerita tentang jejak-jejak keterpengaruhan dari orang Blora satunya lagi, Bhante Sri Pannavaro Mahathera.

Sejak masa-masa akhir SMK saya memang mengalami kegelisahan eksistensial soal spiritualitas. Meski saya terlahir di keluarga muslim dan terdidik dengan baik di lingkungan akademik berbasis Islam, tetapi itu tidak menyurutkan pencarian saya soal spiritualitas yang lebih mendalam.

Berbagai ajaran mistik Islam (Tasawuf) saya pelajari, ajaran kebatinan berbagai agama saya pelajari, tapi semuanya seperti tidak memuaskan dahaga pencarian spiritual saya, sampai kemudian di suatu hari saya menonton Dhamma TV, channel TV lokal dari Malang yang khusus membabarkan Buddhisme. Nah dari situlah salah satu pewejang ajaran Buddha yang diliput adalah Bhante Sri Pannavaro Mahathera dan saat itu sedang mengupas meditasi dan bagaimana obat melenyapkan kekotoran batin, seketika itu saya terkesiap dan membatin: inilah ajaran spiritual yang selama ini saya cari, bukan ajaran yang sibuk muluk-muluk membahas dogma, melainkan ajaran yang berfokus bagaimana menggladi batin (istilah “menggladi batin” inilah istilah dari Bhante Pannavaro yang sangat saya suka) untuk melenyaplan kekotoran batin.

Sejak menonton wejangan Bhante Pannavaro itulah saya menjadi semakin gandrung dangan ajaran Buddha, saya menjadi getol membaca artikel-artikel Buddhisme, bahkan sampai saya sering mbolos sekolah hanya untuk nongkrong di warnet dan membaca seluk beluk perihal Buddhisme. Dan sebenarnya bahkan sampai sekarang juga saya tetap jatuh cinta dan tiada habis-habisnya mempelajari Buddhisme. Tetapi entah mengapa di antara banyak para pembabar Buddhisme yang saya simak sampai sekarang, tetap yang paling berkesan di hati saya adalah Bhante Pannavaro.

Dari Bhante Pannavaro saya banyak belajar tentang keheningan, welas asih, dan pandangan Buddhisme yang universal dan tidak dogmatik. Sebenarnya hampir semua Bhikkhu juga mengajarkan hal yang sama soal keheningan, welas asih, dan tidak dogmatik atau melekati sebuah pandangan secara fanatik, toh Buddha Gautama sendiri mengibaratkan Dhamma (ajaran Buddha) itu sebatas rakit untuk menuju ke pulau seberang, ketika sudah sampai ke pulau seberang maka tentu tidak elok jika terus menyunggi dan menentang rakit itu kemana-mana.

Begitulah Buddhisme itu dengan sendirinya sebenarnya sudah bersifat “beyond religion” (melampaui agama terlembaga) yang dilekati erat-erat sebagai keyakinan kultus.

Namun demikian tidak sedikit pula ditemui para Bhikkhu atau tokoh Buddhis yang pandangan spiritualnya juga sangat kerdil dan memiliki “klaim kebenaran tunggal” bahwa jika tidak melalui meditasi Buddhisme orang tidak akan bisa mencapai pencerahan spiritual, nah dengan Bhikhhu atau pandita Buddhis yang seperti ini saya juga tidak cocok. Bagi saya banyak jalan menuju Nibbana (padamnya nafsu), tidak harus saklek melalui metode meditasi dari agama Buddha saja. Ajaran dan metode spiritual dari para leluhur Nusantara yang sekarang terwadahi dalam kelompok Penghayat Kepercayaan pun juga sangat bisa membawa pada pencerahan spiritual dan pelenyapan kekotoran batin.

Meski Bhante Pannavaro sendiri selama ini tidak secara eksplisit mengatakan bahwa ada jalan lain selain agama Buddha untuk menuju Nibbana, tetapi dari bahasa wejangan-wejangan ceramahnya sudah terasa sekali muatan spirit universalnya itu, wejangan-wejangan dhammanya soal keheningan dan welas asih saya yakin akan mudah diterima siapa saja pendengarnya meski dari lintas agama dan lintas keyakinan. Karena sekali lagi, universal dan beyond religion.

Saya juga masih ingat ketika beberapa tahun yang lalu seorang pandita Buddhis yang nyentrik mendiang Romo Hudoyo Hupudio banyak dihujat dan disesat-sesatkan (dianggap berpandangan salah) oleh beberapa umat Buddha karena menggagas grup meditasi bernama MMD (Meditasi Mengenal Diri) yang mensisteskan ajaran Buddha, khususnya meditasi Vipassana dengan pendekatan spiritual kritis dari Jiddu Krishnamurti, tidak menganggap penting pengakuan verbal mengenai triratana, serta menolak pendekatan Abhidhamma Pitaka yang dianggap hanya wacana teori yang bertele-tele.

Anehnya justru saat itu Bhante Pannavaro tidak ikut-ikutan mengutuk dan mencaci Romo Hudoyo. Sebaliknya orang nomer satu di Sangha Theravada Indonesia ini malah memberikan penghormatan yang sebaik-baiknya dan sehormat-hormatnya pada Romo Hudoyo Hupudio yang nyentrik itu, bahkan juga sering mengadakan retreat dan bimbingan meditasi secara bersama-sama.

Dari situlah kekaguman saya pada manusia universal Sri Pannavaro Mahathera itu semakin membuncah. Jika bisa diringkas saripati dari keseluruhan wejangan beliau, maka itu tidak lain adalah tentang keheningan setiap saat (meditasi nir-waktu), metta (welas asih universal), dan beyond religion.

Demikianlah jejak-jejak keterpengaruhan spiritualisme dari Bhante Sri Pannavaro Mahathera itu dikemudian hari saya lebur bersama-sama dengan jejak-jejak keterpengaruhan intelektualisme yang progresif revolusioner dari Pramoedya Ananta Toer. Dari Bhante Pannavaro saya belajar soal “revolusi batin”, dari Pram saya belajar soal “revolusi sosial”.

About Alvian Fachrurrozi

Pemuda Marhaenis

View all posts by Alvian Fachrurrozi →

351 Comments on “Dua Guru dari Blora”

  1. Wow, fantastic weblog structure! How long have you been blogging for?
    you made blogging glance easy. The full glance of your web site is excellent, let alone the content material!
    You can see similar here dobry sklep

  2. Wow, amazing weblog layout! How long have you been blogging for? you make blogging look easy. The total glance of your website is magnificent, as smartly as the content material!

  3. Hello.

    This post was created with XRumer 23 StrongAI.

    Good luck 🙂

  4. Hello!

    This post was created with XRumer 23 StrongAI.

    Good luck 🙂

  5. Thanks for the tips on credit repair on this amazing site. Some tips i would advice people is usually to give up a mentality that they may buy at this moment and shell out later. Being a society most of us tend to make this happen for many issues. This includes vacations, furniture, and items we want. However, you’ll want to separate the wants out of the needs. While you’re working to fix your credit score actually you need some sacrifices. For example you can shop online to save money or you can turn to second hand stores instead of highly-priced department stores intended for clothing.

  6. What i do not realize is actually how you’re not actually much more well-liked than you might be right now. You are very intelligent. You realize thus significantly relating to this subject, made me personally consider it from so many varied angles. Its like men and women aren’t fascinated unless it’s one thing to accomplish with Lady gaga! Your own stuffs nice. Always maintain it up!

  7. I have realized some considerations through your blog post post. One other subject I would like to mention is that there are numerous games that you can buy which are designed specially for toddler age small children. They contain pattern acknowledgement, colors, animals, and patterns. These generally focus on familiarization as an alternative to memorization. This keeps little children engaged without having the experience like they are studying. Thanks

  8. Hey There. I found your blog using msn. This is an extremely well written article. I will be sure to bookmark it and come back to read more of your useful information. Thanks for the post. I?ll certainly return.

  9. When I initially commented I clicked the -Notify me when new comments are added- checkbox and now each time a comment is added I get 4 emails with the same comment. Is there any means you possibly can remove me from that service? Thanks!

  10. Attractive element of content. I simply stumbled upon your blog and in accession capital to say that I acquire in fact enjoyed account your weblog posts. Any way I will be subscribing to your feeds or even I success you get right of entry to consistently fast.

  11. Thanks for the several tips shared on this site. I have noticed that many insurance agencies offer consumers generous discount rates if they decide to insure multiple cars together. A significant variety of households have got several automobiles these days, particularly those with more mature teenage young children still living at home, along with the savings upon policies can soon increase. So it will pay to look for a great deal.

  12. I have noticed that credit repair activity really needs to be conducted with tactics. If not, you might find yourself causing harm to your rank. In order to be successful in fixing your credit history you have to verify that from this moment in time you pay all of your monthly costs promptly before their planned date. Really it is significant given that by not accomplishing that area, all other moves that you will decide to try to improve your credit rating will not be useful. Thanks for expressing your concepts.

  13. Thanks for your post. What I want to comment on is that when looking for a good online electronics shop, look for a site with comprehensive information on key elements such as the level of privacy statement, basic safety details, payment procedures, as well as other terms as well as policies. Always take time to read the help as well as FAQ areas to get a much better idea of how the shop performs, what they can perform for you, and just how you can maximize the features.

  14. Whats up are using WordPress for your site platform? I’m new to the blog world but I’m trying to get started and set up my own. Do you require any coding expertise to make your own blog? Any help would be really appreciated!

  15. I was suggested this web site through my cousin. I am now not certain whether this publish is written by him as nobody else understand such specified about my problem. You are incredible! Thanks!

  16. Thanks for the unique tips discussed on this blog site. I have realized that many insurance companies offer buyers generous savings if they elect to insure more and more cars with them. A significant variety of households own several cars these days, especially those with mature teenage youngsters still dwelling at home, and the savings on policies can easily soon increase. So it will pay to look for a great deal.

  17. I’ve really noticed that credit restoration activity really needs to be conducted with techniques. If not, you may find yourself destroying your position. In order to realize your aspirations in fixing your credit history you have to ascertain that from this moment in time you pay your monthly fees promptly before their booked date. Really it is significant since by not accomplishing that, all other actions that you will decide on to improve your credit rank will not be effective. Thanks for sharing your suggestions.

  18. I have realized that online diploma is getting well-liked because attaining your college degree online has developed into popular alternative for many people. A lot of people have never had a possibility to attend a regular college or university but seek the raised earning potential and career advancement that a Bachelors Degree affords. Still other people might have a college degree in one field but wish to pursue anything they already have an interest in.

  19. I am not sure where you are getting your information, but great topic. I needs to spend some time learning much more or understanding more. Thanks for excellent info I was looking for this information for my mission.

  20. One other important issue is that if you are a mature person, travel insurance for pensioners is something that is important to really take into consideration. The older you are, greater at risk you will be for making something bad happen to you while in another country. If you are never covered by a number of comprehensive insurance policies, you could have quite a few serious complications. Thanks for giving your advice on this weblog.

  21. What an insightful and thoroughly-researched article! The author’s attention to detail and ability to present intricate ideas in a comprehensible manner is truly commendable. I’m extremely impressed by the breadth of knowledge showcased in this piece. Thank you, author, for offering your wisdom with us. This article has been a real game-changer!

  22. That is the fitting weblog for anybody who needs to find out about this topic. You understand so much its virtually exhausting to argue with you (not that I truly would want?HaHa). You undoubtedly put a new spin on a subject thats been written about for years. Great stuff, simply great!

  23. Hiya, I’m really glad I have found this information. Nowadays bloggers publish only about gossips and net and this is actually irritating. A good web site with interesting content, that is what I need. Thank you for keeping this site, I’ll be visiting it. Do you do newsletters? Can’t find it.

  24. Generally I do not read article on blogs, but I wish to say that this write-up very forced me to try and do so! Your writing style has been surprised me. Thanks, very nice post.

  25. My brother recommended I would possibly like this web site. He was once totally right. This post actually made my day. You cann’t imagine just how much time I had spent for this info! Thanks!

  26. What¦s Taking place i am new to this, I stumbled upon this I’ve discovered It absolutely helpful and it has helped me out loads. I hope to give a contribution & help other customers like its aided me. Good job.

  27. I’ve been exploring for a little bit for any high-quality articles or blog posts on this sort of area . Exploring in Yahoo I at last stumbled upon this website. Reading this info So i’m happy to convey that I’ve a very good uncanny feeling I discovered just what I needed. I most certainly will make sure to don’t forget this site and give it a look on a constant basis.

  28. Thanx for the effort, keep up the good work Great work, I am going to start a small Blog Engine course work using your site I hope you enjoy blogging with the popular BlogEngine.net.Thethoughts you express are really awesome. Hope you will right some more posts.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *